MENGANALISA KIAMAT

Kiamat yang sering diperbincangkan para ulama ataupun yang menggeluti agama secara mendalam sering membuat orang-orang yang kurang memiliki iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Maha Esa menjadi kurang percaya akan kiamat. Dalam kesibukan manusia mengarungi kehidupan ini, pemikiran akan hari kiamat menjadi hilang dan sirna dari konsentrasi manusia. Manusia hanya disibukkan dan kawatir dengan ancaman kehidupan dunia dari segi ekonomi materialistis dunia.

Tuhan Yang Maha Kuasa tentunya tidak pernah memberikan sesuatu kejadian apapun tanpa ada sebabnya. Contoh, sebelum turunnya hujan maka pastilah terjadi panas, dimana memiliki musim yang saling mengakibatkan. Yaitu karena musin kemarau sudah selesai maka musin hujan pun akan terjadi, dengan cirri-cirinya sebelum turun hujan pastilah terjadi mendung di awan. Nah, begitupun juga dengan kiamat. Secara jelas Tuhan Yang Maha Esa ternyata telah memberikan tanda-tanda akan datangnya hari akhir dunia ini. Namun, persoalan percaya dan yakin inilah, yang menjadikan umat manusia memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda. Tentunya, jika kepercayaannya itu kurang, maka tentulah akan terlihat terhadap perilaku dalam keseharian manusia itu sendiri. Yakni tentulah dalam perlakuannya akan jauh dari hal-hal yang baik, yaitu apa yang dikerjakan didunia ini pastilah untuk memenuhi kebutuhan duniawi, dimana perbuatan baik dan burukpun akan dilakukan, bahkan menjadi tidak mengherankan apabila diapun akan melakukan halal-haramnya perbuatan demi memenuhi kehausan duniawi. Jadi, walaupun dalam konteks manusia ada yang percaya dan tidak, namun sesungguhnya secara sederhana kalau kita mau mengolah dunia ini, apakah memang akan terjadi kehancuran total, atau tidak? Jawabannya sederhana. Mengapa Lumpur Lapindo sampai hari ini tidak dapat di hentikan? Ulah siapa itu? Dan untuk apa itu dilakukan?.

Pada saat ini kita kaji dalam otak jernih, maka jawabannya pasti akan meyakinkan kita di dalam hati masing-masing, bahwa kiamat itu pasti akan terjadi. Hanya saja waktu yang tepat itu Rahasia Allah namun bisa saja kita sebagai manusia karena takut akan hal itu sehingga ada pemungkiran yang kita lakukan, sebab kita dihantui rasa takut kalau berpikir kiamat. Bisa saja disebabkan perlakuan kita yang masih belum siap untuk itu. Tetapi sesungguhnya kita lebih akan merasa tenang dalam hidup ini, apabila kita memikirkan terus akan hari kiamat, insya allah lambat laun jika kita merenung terus akan hari akhir itu, secara perlahan hidup kita akan menjadi tenang seraya kita secara perlahan dan lambat laun akan bersujud serta melakukan apa yang dianjurkan Allah SWT dalam kitabnya. Termasuk ajaran agama kita masing-masing dan dalam konteks islam, maka kita pastilah akan berpedoman terhadap Al Qur’an dan sabda Rasulullah SAW. Hasilnya insya allah kita akan keluar dari kegelisahan hidup, kita akan tenang, serta mampu menghadapi kehidupan dunia ini tanpa kita terseret kejalan yang salah. Dimana kita tidak akan mampu lagi untuk goyah dan gelisah hanya karena perhiasan duniawi yang sementara adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s