MANUSIA PENENTU KIAMAT

Dalam waktu yang lalu manusia di gegerkan dengan suatu karya cipta insan  perfiliman dunia yang berani mengangkat suatu cerita yang menggambarkan kiamat dengan menyebut waktu yaitu kiamat tahun 2012. Dalam pergolakan tentang beredarnya film ini dimana ada yang mengatakan itu didasarkan dari prediksi suatu suku bangsa yang ada di bumi ini.

Tetapi saya tidak berdasarkan pada cerita apapun. Namun saya juga tertarik untuk menganalisa serta berpikir bahwa seperti apa kiranya kiamat itu, dan dalam kondisi seperti apa dalam peradaban manusia akan terjadinya hari akhir itu. Karena saya memiliki keyakinan tidaklah mungkin egois dalam penentuan hari akhir yang dikenal dengan istilah kiamat. Dimana saat itu sesuai dengan penjelasan Tuhan dalam kitabnya bumi beserta isinya tidak terkecuali akan mengalami kehancuran total. Dan hanyalah yang Dia kehendaki yang akan menjadi dalam kuasanya. Memang kalau kita bebicara dalam konteks Islam, dimana dalam kitab Al Qur’an itu jelas diuraikan akan cirri-ciri datangnya hari Kiamat. Nabi Muhammad SAW pun banyak mengeluarkan sabdanya mengenai hari Kiamat. Dimana salah satu sabdanya dalam HR. Ahmad, : ”Pasti akan datang suatu massa, di mana seseorang sudah tidak lagi mengindahkan uang yang diperoleh apakah halal ataukah haram”.

Saya hanya mengangkat salah satu sabda Rasulullah SAW, sebab saya beragama islam jadi dalam contoh teladan saya selaku umat islam, seluruh perkataan Nabi Muhammad SAW merupakan pesan yang amat mesti saya yakini akan kebenarannya.

Berangkat dari sabda di atas, saya mengartikan bahwa yang dimaksudkan Nabi Muhammad SAW mungkin saja salah satunya yaitu mengenai kondisi peradaban manusia suatu waktu nanti sudah akan mengelompokkan dirinya dalam suatu warna tertentu apakah organisasi hari ini, yang dimana massa itu umat manusia sudah akan mengejar kesuksesan duniawi karena lebih mengedepankan pandangan manusia yang menyatakan sesamanya sukses hanya karena materi kemewahan dan

kekuasaan dunia yang dimilikinya. Sementara esensi sukses dimata Tuhan sudah tidak lagi di ketahui apalagi mau di utamakan dalam kehidupan umat manusia.

Sehingga, dengan demikian massa itu mungkin prediksi dan maksud baginda Rasulluah SAW yaitu zaman sekarang ini. Dalam hal itu, saya mengasumsikan massa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW adalah sudah seperti sekarang ini. Dimana persengkokolan kejahatan sudah mulai dianggap sebagai kekuatan yang tidak bisa lagi untuk dilawan siapapun, Sehingga boleh jadi ada umat yang berpikir hari ini hidup ini tidak ada lagi keadilan dan kebenaran itu serta kejujuran hanyalah kata khiasan yang sangat indah untuk dimaknai. Contoh di Indonesia saja, mulai Nampak bahwa kejahatan itu tidak lagi diasumsikan sebagai sesuatu yang memalukan. Bahwa itu menjadi sebuah kekuatan besar dan berlabelkan suskes. Salah satunya kekuatan kejahatan dalam persoalan kemanusian sudah menjadi sesuatu yang sudah tidak lagi menjadi hal yang memalukkan. Korupsi malah menjadi idola para pemimpin negeri ini. Karena dapat menyandang kebanggaan mampu mencuri uang rakyat.

Kemudian saya juga melihat adanya penerimaan pegawai negeri yang telah menjadi budaya yaitu suap menyuap. Sehingga hari ini antara uang yang diterima halal dan harampun sudah tidak lagi menjadi sebuah perhitungan dalam menempun hidup ini. Saya mulai juga melihat, kiamat itu sesungguhnya dapat dipercepat waktunya oleh umat manusia.

Bergeser dari hal diatas, dalam hal menganalisa kapan waktunya kiamat itu, Saya sebagai hamba ALLAH SWT sadar bahwa penentuan waktu pastinya itu bukan keputusan yang dapat ditau oleh umat siapapun. Namun, dengan kondisi sekarang ini, ditambah akan cirri-ciri yang di uraikan oleh Al Qur’an dan sabda Rasullullah SAW. Maka tentulah kita bisa menganilasanya, dengan waktu kita tidak mampu dan tidak memiliki kapasitas untuk itu.

Sebuah analisa, saya melihat secara fakta akan kurangnya sumber mata air. Yakni karena adanya kebijakan dan penyalahgunaan wewenang di seluruh dunia ini. Juga di Indonesia, yaitu pengrusakan hutan karena materi duniawi. Penegak hokum, para politikus yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan undang-undang duniawi mengenai hutan, itu sengaja dibuat hanya karena kepentingan uang dan materi duniawi. Sehingga secara sadar tidak sadarpun akhirnya menjadi sesuatu yang menyengsarakan kehidupan mahluk hidup termasuk manusia. Mata air menjadi berkurang dan suatu saat tertentu pun banjir dan bencana alam lainnya pun terjadi. Teori bahwa hutan menjadi sumber utama munculnya mata air itu ditau oleh anak SD pun. Namun, Karena mengejar duniawi maka itu tidak diindahkan.

Kemudian, pemahaman saya lainnya akan kondisi bumi. Walaupun saya bukanlah seorang ahli astronomi dan geologi tetapi buku tentang itu sudah pernah saya membacanya,dan ada hal menarik yang membuat saya untuk berpikir. Yaitu teori mengatakan dan sudah dipraktekkan para ahli astronomi, kalau pesawat atau benda apapun sudah keluar dari lapisan atmosfir maka benda tersebut melayang di udara karena tidaka ada lagi udara. Dalam artian sederhanya, bumi ini dibungkus dengan atmosfir yang amat tebal sehingga bumi ini ibaratkan hampa udara sehingga terjadi yang namanya grafitasi bumi. Dimana membuat manusia dapat berjalan di atas permukaan bumi benda benda yang belum keluar dari daerah lapisan atmosfir akan jatuh ke bumi. Nah, dalam hal terjadinya kondisi tersebut saya menangkap bahwa Tuhan sudah sempurna menciptakan segala sesuatu yang ada dibumi ini. Apakah itu sekecil semutpun, pastilah ada gunanya dalam kehidupan ini. Bagaimana kalau seandainya kita menyadari akan adanya petir yang itu dikatakan bahwa tidak akan menyambar apapun apabila itu kita berada di kawasan yang banya pohonnya.

Karena ada fakta jika terjadi potensi akan adanya kilat dan petir apabila manusia berada dilapangan bebas, ada kalanya dikena dengan petir. Sesungguhnya, kita tidak perlu lagi untuk banyak menganalisa, secara jelas kita sebagai umat manusia semuanya tanpa ada perbedaan, entah itu dari Malaysia, singapora, inggris, dan suku bangsa manapun, kita memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai manusia yang sama di permukaan bumi ini. Yaitu menjaga kelestarian alam ini, untuk kehidupan dan keberlangsungan peradaban manusia. Tidak melakukan yang merusak, dimana kita tidak boleh membuat hal-hal baru, seperti sekarang ini karena teknologi canggih, dengan menghancurkan apa yang ada di alam bumi ini. Tatkala itu kita lakukan, maka saya yakin dan pasti Kiamat bisa jadi akan menjadi semakin cepat, namun kalau kita tidak lebih mengedepankan duniawi, maka boleh jadi kiamatpun bisa untuk kita perlambat, dalam artian kiamat hancurnya bumi ini.

Dengan cara kita mengembalikan kondisi alam dunia ini kepada awalnya, yaitu hutan kita lestarikan, pabrik-pabrik kita kurangi, tidak usah kita membuat yang aneh-aneh, toh kita juga dengan kondisi sekarang adanya pesawat dan segalanya sudah cukup untuk menunjang aktifitas hidup kita. Kalau kita tidak berani untuk itu, maka saya yakin hari akhir untuk umat manusia walaupun kita tidak akan merasakannya, namun kalau itu kita kedepankan berpikir yang penting bukan generasi saya yang alami. Kita telah menjadi mahluk yang egois, dan tidak tau akan tanggung jawab kita sebagai umat Tuha. Kini saatnya untuk kembali ke kehidupan yang bersahabat dengan alam yang alamih. Kalau kita sepemahaman, maka kita dapat mengembalikan alam dunia kita ini kepada awalnya dulu. Dan itu sanglah indah sesungguhnya untuk kita jalani, karena bencana longsor, banjir, mungkin akan jauh dari rasa takut yang selama ini kita takuti. Semoga kita cepat sadar,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s