PEREMPUAN SOSOK YANG UNIK

Polemik wanita merupakan sosok yang banyak diceritakan dalam sejaraha peradaban dunia dari zaman kenabian sampai sekarang ini adalah sosok yang awal kemunculannya bersamaan dengan adam yang bernama hawa diasumsikan sebagai bagian dari tulang rusuk dari kaum laki-laki secara harfiah terkadang disalah artikan oleh sekelompok orang yang menyatakan wanita adalah pelengkap dari laki-laki. Dimana makna pelengkap ini akhinrya ditafsirkan sebagai sosok yang tidak sempurna dalam arti umum, secara fakta fenomena sosok wanita atau yang biasa di kategorikan perempuan sangat ironis dalam sejarah peradaban manusia. Sehingga tidaklah heran kalau akhirnya kaum perempuan pun bangkit dengan istillah modern mereka kesetaraan GENDER (Wanita dan Laki-laki tidak boleh ada perbedaan)

Di Indonesia sosok wanita di ilhami dengan tokoh RA KARTINI. Namun bukan hanya beliau dari kaum perempuan yang meju kedepan untuk memberikan asumsi bahwa perempuan tidak selemah yang dibayangkan, perempuan tidak boleh dijadikan pelengkap penderita oleh kaum laki-laki, di dunia internasionalpun bermuculan tokoh kaum perempuan.

Sesugguhnya, kalau kita melihat secara sosok psikis memang wanita beda dengan laki-laki. Dilihat dari sosok mentalitaspun sesungguhnya beda dari laki-laki, perempuan mayoritas sifatnya lemah lembut, bukan “lemah”. Dari kata “lemah” yang ditujukkan kepada perempuan sesungguhnya itu didasarkan hanya dua hal menurut pandangan saya:

Pertama atas dasar fisik perempuan yang dimana dilihat lemah, kemudian dari sifat mereka pun yang cenderung gampang mengeluarkan air mata.Saya secara mendalam melihat ada hal yang pincang dari seorang manusia didunia ini apabila tidak ada saling melengkapi antara yang dikategorikan LemahDan Kuat. Artinya saya memakai istilah umum saja, walaupun sesungguhnya asusmi “lemah” bagi perempuan belum tentu sesuai kalau saya melihat dari barbagai macam segi, begitupun laki-laki tidak juga kemudian “Kuat” itu melekat dari berbagai segi dari laki-laki namun sesungguhnya bisa saja terbalik justru perempuan yang bisa menyandang predikat “Kuat” ketimbang Laki-laki.

Berangkat dari asumsi di atas, dimana saya hanya akan memulai dari unsure sederhana saja. Yaitu, dalam kategori kuat sesungguhnya kalau tidak di dampingi dengan yang lemah maka akan menjadi kekuatan yang tidak bermakna dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebaliknya juga demikian, saya menangkap perumpaan dari bara api yang menyala kalau tidak ada air, maka itu akan menghancurkan dunia. Dalam arti sederhana bahwa yang kuatpun harus ada pengontrol.

Dari sisi yang lebih luas, kita harus melihat sesungguhnya perempuan adalah sosok yang luar biasa bagis saya. Pertama mereka sesungguhnya jika menempa diri mereka dengan tidak mengedepankan perasaan secara total namun juga dibarengi dengan logika dan alam sadar yang rasionalitasnya tinggi, maka secara nyata perempuan akan menjadi sosok yang tangguh. Namun, saya melihat dengan tidak berniat menghina kelemahan perempuan, psikologis perempuan lebih mengedepankan perasaan yang paling dalam, sehingga terkadang berhadapan dengan yang berjiwa keras dalam kepura-puraan lembut wanita disitu terkadang hanyut dalam buaian kata-kata. Itulah sehingga laki-laki menganggap wanita menurut saya “Lemah”.

Padahal kita sebagai kaum laki-laki kalau mau memakai apa yang ada dalam jiwa perempuan yakni kita pakai sifat harfiah wanita dimana mengedepankan perasaan, dan kita mentranferkan secara alamia otodidak melalui nasehat masukan kepada perempuan apa yang menjadi kekurangannnya. Maka saya yakin Wanita akan menjadi sosok yang dapat membangun peradaban manusia menuju ke alam yang lebih baik, baik dari segi kehidupan berbangsa dan bernegara maupun sebaliknya. Tentunya kalau saya boleh katakan, kita jangan menjadi pecundang dimana kita tau kelemahan suatu kaum namun kita bukannya memberitahukan kelemahannya itu, malah itu dijadikan jalan untuk menggapai keinginan duniawi. Dalam kesimpulan yang saya dapatkan yaitu, kita selaku sesama manusia yang tergolong dua jenis laki-laki dan perempuan, tidak boleh ada kata dalam hati kita masing-masing bahwa kita yang lebih tinggi derajat dalam artian kita yang harus memimpin perempuan tidak boleh. Begitupun sebaliknya, jangan kemudian wanita setelah sukses menganggap remes laki-laki hanya karena dendam pengkaiman akan apa yang saya ungkapkan diatas. Tetapi sesungguhnya yang mesti kita sadari adalah. Laki-laki sekuat apapun tanpa ada wanita disampingnya maka akan menjadi tidak bermakna, sebaliknpun demikian. Yang dasarnya untuk mendapatkan itu adalah, mendekatkan diri Kehadirat Allah SWT. Dan tidak adak niat bagi kita semua dalam hal meremehkan sesame kita. Dengan demikian saya simpulkan, sesungguhny Wanita di dalam kehidupan ini adalah suatu kaum yang mesti dilindungi secara lahir bathin oleh para pemimpin mereka dalam hal ini laki-laki. Bukan asumsi laki-laki adalah imam wanita kemudian sewenang-wenang laki-laki memainkan peran. Ini adalah tanggung jawab yang lebih utama kaum laki-laki. Jadi dengan demikian Wanita adalah mahluk yang mesti dimuliakan. Karena dia dapat berkepribadian ganda, yakni bisa secapat bergaya lembuh dan bisa tegas, sedangkan laki-laki terkadang susah untuk mengedepankan perasaan yang paling dalam, paling yang biasa dilakukan adalah egoimenya terkadang muncul. Jadi renungilah hidup ini .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s