SEBENARNYA BUTUR MILIK SIAPA?

Mekarnya Buton Utara di tandai dengan dikeluarkannya Undang-undang nomor 14 tahun 2007 dimana itu merupakan keputusan pemerintah negara republik indonesia yang dimana itu sifatnya mengikat dan wajib dijalankan serta dipatuhi oleh semua warga negara yang mengaku warga negara indonesia. Ada hal yang aneh dengan perjalanan mekarnya butur yang sampai mekarpun tidak mengikuti prosedur undang-undang, terutama pasal yang terdapat dalam UU Nomor 14 tahun 2007 yakni pasal 7 tentang letak dan kedudukan ibu kota butur.

Menoleh sedikir cerita kebelakang tentang perjuangan rakyat untuk mekarnya butur dari muna, saya masih ingat adanya semacam penyemangatan yang dilakukan oleh oknum yang sedikit intelek dibutur dulu untuk berjuang dari Muna, dimana dulu kabupaten Muna dianggap ibaratkan Belanda yang menjajah rakyat Butur. Saya masih ingat desas desus isu yang digemborkan ditengah masyarakat butur sampai pula isu itu ditelinga saya, dimana waktu itu saya masih dibangku kelas SMU yang masih bodoh tidak mengerti apapun, dan saya dengan jujur mengatakan bahwa sayalah orang yang bukan pejuang dalam pemekaran darah Kabupaten Buton Utara. Dimana hari ini, banyaklah orang yang teriak dengan lantang serayah mengacungkan dada, bahwa butur mekar ditangan saya, butur itu mekar karena saya, butur itu mekar karena uang saya, bahkan ada juga yang teriak dengan harapan agar dimasukan dalam daftar orang yang paling berjasa ibaratkan pahlawan nasional di negara ini yang berkorban untuk merdeka, bahwa itu karena saya yang berjuang sampai di jakarta.

Saya jujur saja mengaku bahwa tidak ada jasa saya dalam pemekaran butur. Tapi saya masih ingat waktu saya libur sekolah dulu, ada orang datang dengan membawa map yang dimana itu diserahkan kepada bapak saya, kalau tidak salah waktu itu berkata bahwa tolong sumbangannya pak, berapapun untuk biaya perjuangan pemekaran butur, kalau mekar nanati anak bapak akan menikmati ini, misalnya kalau dimuna tes PNS setengah mati, maka kalau butur mekar itu akan lebih gampang.

Orang ini keliling setiap rumah sekecamatan Kambowa, untuk sumbangan pemekaran. Hari ini daerah butur mekar, sayapun kuliah di perguruan tinggi di UNHALU SULTRA. setelah penerimaan PNS dilakukan ternyata pungutan dilakukan oleh oknum pemerintah, belum lagi pemerintah melanggar pasal tentang ibu kota. Saat saya pertanyakan selaku warga negara yang tau akan UU di negara ini tidak bisa di langgar, eh malah saya di isukan bahwa tidak layak bicara karena tidak ikut serta berjuang tidur di aspal dan mondok di DPRD Provinsi Sultra, bahkan ada yang mengeluarkan semacam omelan bahwa saya adalah PKI. Lho saya bingung, butur itu pertama negara wilayah RI atau tidak, kedua PKI dinegara ini dulu melawan Negara atau malah membela negara, Saya yang saya sadari di Butur tuh nggak pernah saya mau melawan Undang-undang, malah saya sangat kesal dengan adanya upaya apapun untuk menafikan UU negara ini, karena saya tau koridor Undang-undang dinegara ini, dari buku yang saya bacapun aku tau sedikitnya bahwa UU itu kalau mau dirubah itu ada acaranya, di butur itu tidak, dilanggar dulu mungkin baru akan dikaji, itulah taktik yang saya lihat, sebab kantor sudah dibangun jelas, agar kalau ada tim bisa dikatakan karena tidak layah di buranga, Tapi saya jadi bertanya gaya PKI itu mengajak mematuhi UU negara ini dulu atau melawan bahkan berencana merubah ideologi bangsa?

Jadi, kesimpulannya saya bingung, butur mekar itu untuk siapa.? kalau saya butur mekar pertama menjadi kabupaten masih dalam wilayah negara indonesia, artinya masih milik indonesia dimana segala peraturan yang dilakukan harus berdasarkan kepada konstitusi di negara ini, suka atau tidak suka, kalau mau buat aturan sendiri atau tidak senang dengan aturan negara ini, ya merdeka dong. gemakan gerakan butur merdeka. Kemudian, klaim jasa dan pengorbanan oknum terntentu dalam perjuangan butur yah itukan juga ada perjuangan karena ada rakyat yang mendukung, kalau hanya sendiri manan mungkin juga akan mekar walaupun itu seorang profesor, sebab ini perjuangan mekar bukan karena kecerdasan otak semata, jadi biarkan butur itu miliki rakyat butur dan rakyat indonesia karena ingat sekali lagi, kita masih dalam wilayah negara indonesia, saya ingatkan lagi karena saya sangat cinta negara indonesia.
yang terakhir kalau memang berjasa yah nggak usalah diungkit dimuka publik, apabila sampai mengaharapkan pujian dan pengakuan, nanti pahalanya itu makin hari makin berkurang, apalagi saya ragu dalam berjuang pun mungkin uangnya atau anggarannya berasal dari map yang keliling tadi itu yang saya ceritakan di atas, dan tolonglah kita sadar semua bahwa undang-undang itu adalah hukum, janganlah kita mengajarkan rakyat dan keluarga kita untuk belajar melanggar hukum dinegeri ini, apalagi sekarang negara kita lagi hancurnya dalam penegakan supremasi huku, dan yang terakhir saya juga minta agar pemerintah butur itu tolong dong jangan menjadi penegak di bidang pelanggaran undang-undang di negeri ini, taktik apapun yang dimainkan dalam menzolimi undang-undang negara ini, kasian berdosalah itu, kalau memang tidak terima tempuhlah jalurnya, tapi jangan juga membuat karangan dengan atas nama rakyat, padahal tidak semuanya setuju undang-undang tentang ibu kota itu mau dirubah pasal 7 khususnya, apalagi dengan kenyataan saya dapatkan dalam dokument pemnda butur dijakarta tahun 2008 yang lalu tentang pengusulan pemindahan ibu kota, tebal sekali belae, tapi tanda tangannya rakyat wakorumba setelah di kroscek di palsukan bela, itu kopnya di atas dirubah, eh cara apa itu namanya? saya juga heran mungkin sudah menyerupaimi cara mafia profesional seperti ANGGORO ITU.
SADARLAH KITA SEMUA KASIAN,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s