MESTI KITA MULAI KOREKSI DIRI SEBELUM TERLAMBAT

Rana Minang Menangis paska Gempa 30 September 2009 bertepatang dengan tanggal tragedi berdarah pada G 30/S/PKI /1965 silam , itulah yang ramai diberitakan oleh media di tanah air yang kita cintai sekarang ini. Dimana kita saksikan di tayangan pemberitaan media televisi nasional sangat menggores hati kita tatkala negeri ini dilanda berbagai macam bencana alam, gempat bumi yang belum lama melulu lantahkan daerah pulau jawa bagian barat yaitu daerah Tasik Malaya dan sekitarnya ternyata tidak begitu lama juga dialami oleh daerah sumatera yang dikenal dengan isitlah Rana Minang.

Daerah asal Drs. Muh. Hatta wakil presiden Republik Indonesia pertama itu memang sangat menyedihkan, sebab kerusakan akibat gempa dalam segi materi sangat memilukan hati kita, apalagi ditambah dengan korban jiwa yang yang bukan dalam jumlah yang sedikit.

Dalam kondisi bencana alam apakah itu gempa bumi dan semacamnya kita mesti sadar bahwa manusia ternyata tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun kita memiliki kekayaan dan jabatan apapun ternyata tidak mampu mencegah untuk terjadinya kehendak Tuhan.

Saya hanya berpikir bahwa sebenarnya itu selaku teguran Tuhan terhadap kita, dimana peringatan itu Tuhan perlihatkan bahwa betapa kita tidak berarti walaupun kekuatan dan kekuasaan duniawi kita miliki jika berhadapan dengan kekuasaan Tuhan maka kita tidak memiliki nilai apa-apa. Sehingga sebenarnya teguran Tuhan ini merupakan kebencian Tuhan terhadap prilaku kita yang mulai sombong di muka bumi ini, ibaratkan lagu Ebiet G Ade Yakni Mungkin Tuhan Mulai Bosan Melihat Tingkah Kita Yang Mulai Sombong Dengan Dosa-Dosa Artinya kita sudah saatnya bercermin dalam segala pola hidup kita dalam konteks berbangsa bernegara sekalipun. Sebab ini boleh jadi teguran dan peringatan Tuhan terhadap kita, karena sudah banyak ketimpangan yang kita perbuat, apakah itu secara individu ataupun boleh jadi secara berkelompok alias terorganisasi.

Banyaknya problema sosial yang kita liat dimana kebenaran mulai terasing, sedangkan kesalahan terkadang sudah didewakan, ini bisa kita lihat dalam pergulatan kehidupan berbangsa kita sekarang ini. Banyak media yang memberitakan para penegak kebenaran malah berkolaborasi untuk melindungi para pelaku kejahatan hanya karena tuntunan duniawi dalam segi materi dan pandangan orang untuk diakui sebagai orang hebat sebab terbilang piawai dalam melindungi dan menyelematkan oknum pelaku tindak kejahatan salah satunya para pejabat Negara yang menggelapkan uang rakyat.

Jadi, saya hanya menghimbau kepada kita semua termasuk saya pribadia, jangan terjebak dengan sebuah ungkapan Kejahatan Terorganisir Dapat Mengalahkan Kebenaran Yang Tak Terorganisir, tetapi yakinlah bahwa sesuai dengan janji Tuhan di dalam Kitab Al Qur,an bahwa Kebenaran pasti akan selalu menang, hanya waktunya yang tidak bisa kita pastikan karena kita bukan Tuhan. Tetapi Yakinlah bahwa Kebenaran Tak Terorganisir Dapat Mengalahkan Kejahatan Yang Terorganisir, Apalagi kebenaran itu terorganisir maka kejahatan dalam bentuk apapun pasti akan hancur lebur, Jadi saya yakin bahwa waktu pembersihan penghuni Bumi ini dari penghuni yang berpraktek secara terorganisir dalam kejahatan dalam berbagai bidang kehidupan pasti akan muncul, tetapi itu Wallahu Allam Kapan, tetapi jangan ragu waktunya akan pasti ada, bisa hari ini, esok, entah kapan yang pasti kita mesti pelajari sejarah peradaban yang telah diceritakan oleh Al Qur,an kezoliman suatu zaman yang diwaktu lalu, yakni salah satunya peradaban suatu zaman yang di kuasai oleh raja Fira,un dan lain-lain dimana Tuhan menentukan jalan cerita dan lakonnya, sehingga peradaban itu pun runtuh. Jadi saya yakin Tuhan pasti akan mendesain seseorang atau beberapa orang di dunia ini sekarang untuk membongkar kejahatan duniawi yang telah menjelma seolah-olah sebuah kebenaran yang hakiki. Jadi cepatlah berbenah diri!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s